Berapa Lama Baiknya Kerja di Perusahaan

 Halo artikel ini dibuat karena menjawab pertanyaan di social media.




Banyak yang bertanya berapa lama sih kita kerja di Perusahaan atau tempat kerja apapun termasuk pabrik, atau karyawan yang ikut kerja orang? Apakah kita harus sampai tua kerja disana?

Apakah sebaiknya kita pindah kerja secepatnya? Nah mari kita bahas semua disini.


Legacy

Kalo kamu kerja, kamu harus memperhatikan legacy.

Kamu harus dapat hasil, entah secara langsung atau tidak langsung, berasa bahwa kehadiran kamu itu benar-benar dibutuhkan, impact kamu benar-benar nyata dan membuat orang sadar bahwa kamu ternyata sangat dibutuhkan.

Kalo ga ada kamu mungkin rasanya kerja beda, itu yang dirasakan rekan kerja kamu atau bahkan atasan kamu.


Nah kalo kamu ga punya hal seperti itu kamu bisa mencari sesuatu yang kira-kira kamu tinggalkan, seperti ide tentang mempermudah pekerjaan. Contohnya kamu pernah membuat sebuah inovasi membuat alat untuk menempatkan barang, denga inovasi itu pekerjaan kamu dan rekan-rekan kamu jad lebih mudah.


Atau kamu pernah membuat inovasi membuat garis, di lantai, dengan garis itu bisa membuat orang-orang lebih waspada dan mengetahui mana jalur yang boleh dilalui mana yang tidak boleh. 

Atau bahkan kamu membawa inovasi alat mempermudah pekerjaan, kamu pasti akan sangat memberikan impact ke pekerjaan.


Nah legacy itu yang harus kamu punya sebelum kamu pindah kerja, jika kamu belum punya legacy dan pindah kerja mungkin kamu kehilangan kesempatan memahami struktur kerja.


Tapi dengan ada legacy kamu, maka ditempatkan dimanapun kamu, maka kamu pasti sanggup kan.


Legacy di tempat baru beda

Nah bagi karyawan yang pindah kadang bingung, dia punya banyak legacy ditempat sebelumnya, tapi ketika pindah tempat baru, dengan lingkungan baru, rekan kerja baru dan bidang pekerjaan baru pasti terbentur fakta bahwa, loh beda ini kerjaannya dari tempat dulu.


Dulu di tempat kerja sebelumnya kehadiran kamu impact-nya besar karena kamu bekerja dengan komunikasi, nah sekarang secara personal, susah bagi kamu menerapkan legacy yang sama seperti sebelumnya.


Atau alat kerja yang kamu buat, dulu alat kerja untuk produksi sangat membantu, tapi sekarang karena di tempat kerja baru produksinya tidak berwujud atau beda maka kamu kesulitan.


Nah legacy ini asalnya harus dari dalam hati, dia berasal dari pikiran yang membaca situasi kerja dan ingin membuat pekerjaan jadi lebih mudah. Tapi masih tetap susah, karena walaupun membaca lingkungan kerja tapi masih gatau bisa buat legacy apa. 


Nah hal yang kamu harus perhatikan adalah baca benang merahnya, pasti ada benang merahnya dulu. Perusahaan kamu ini bergerak di bidang apa? Produksi atau jasa? 

Kamu cukup berpikir dari hal paling sederhana, andaikan ini gini, pasti bisa lebih gampang. Nah itu dia kamu akan menemukan kuncinya, tapi ini juga tidak mudah.

Kamu harus mengulangi pekerjaan terus menerus agar bisa mendapatkan pencerahan.

Setelah kamu bisa berandai-andai, kamu buat khayalan, ini akan lebih mudah jika beli alat mahal, ini akan lebih mudah jika saya bekerja dengan berdiri, ini akan lebih mudah jika ada dua layar monitor, ini akan lebih mudah jika saya punya dua penggorengan, ini akan lebih mudah jika saya punya cantolan. 


Nah jika sudah berandai-andai, kamu petakan, mana yang possible, mana yang impossible. Atau jangan anggap mustahil, tapi anggap petakan jadi dua, yang gampang terwujud dan yang sudah terwujud.

Nah kamu bandingkan mana yang bisa kamu buat legacy.





Bukan karyawan tetap

Selanjutnya selain legacy kamu pastikan bahwa dirimu adalah karyawan tetap, atau bukan kontrak jangka pendek.

Karena percuma jika kontrak jangka pendek, kamu tidak perlu berat memikirkan kamu harus pindah.

Kamu harus fokus dulu ke tabungan kamu, andaikan keluar di akhir kontrak, sebelum mendapatkan pekerjaan baru apakah kamu masih punya banyak tabungan? 

Karena belum tentu kamu bisa cepat mendapatkan pekerjaan.


Gen Z Naik Gaji

Biasanya gen Z bekerja tidak memikirkan kapan dia harus pindah, hanya berpikir naik gaji, tapi tidak ingin naik jabatan. Jadi banyak gen z berpikir untuk pindah kerja kalo dia merasa dia ga nyaman kerja disitu

Mungkin tujuan gen z beda-beda tapi untuk naik gaji tanpa naik jabatan sih sulit ya, walaupun gaji naik, tapi value uang turun karena inflasi.


Tujuan

Nah jika kamu pindah kerja kamu harus punya minimal 2 tujuan, kalo cuma karena 1 alasan kamu harus perhatikan konsekuensinya.

Alasan pindah kerja antara lain

Tidak nyaman

Kamu bisa tidak nyaman dengan rekan kerja, pemimpin kerja, atau sistem kerja, bisa juga tidak nyaman dengan job desk, atau bisa karena jalan menuju tempat kerj.

Jadi ada banyak alasan tidak nyaman.


Ingin naik gaji

Nah biasanya karena ingin naik gaji atau penghasilan, entah dari lembur atau gaji pokoknya saja.

Ingin pindah tempat tinggal

Beberapa orang juga ingin pindah tempat tinggal, seperti pindah ke kota yang jauh bersama pasangan, atau yang dekat dengan orang tua, atau apapun tipe pekerjaannya.

Minimal kamu punya alasan yang jelas lah, agar tidak sia-sia.

Kamu harus memikirkan beberapa hal lainnya juga, contohnya resiko.

Belum tentu dapat kerjaan baru dengan cepat 

Bisa jadi kerjaan lebih ga enak

Uang tabungan menipis

Atau lingkungan kerja yang lebih buruk.

Kamu harus bersiap dengan apapun konsekuensinya.



3 Tahun

Nah jangka paling mudah menentukan kamu ingin pindah kerjaan dan tidak stuck begitu saja, biasanya antara 3 tahun.

Kamu sudah mengalami 3 pergantian musim, kamu udah melihat banyak karyawan baru atau karyawan lama keluar masuk.

Kamu sudah melihat bagaimana industri bekerja dan bahkan kamu sudah melihat dinamika mereka setiap hari.


Nah itulah beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum kamu kerja, jadi perhatian baik-baik 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisi Kisi Tes Psikotes AHM Astra Honda Motor Terbaru

Kisi Kisi Psikotes PT Nihon Seiki Indonesia