Tips Perkenalan Wawancara Interview Kerja HRD

Nah kalo kamu interview dan gagal terus kamu mungkin harus belajar beberapa tips agar interview lancar.



Satu tips nya adalah kamu harus belajar hal ini. Gini, bayangkan kamu adalah HRD yang melakukan interview pasti tugas kamu menilai puluhan orang dalam sehari kan, anggap saja satu hari ada 20 orang.

Nah ketika kamu bertanya, silahkan perkenalkan diri kamu, lalu pelamar kerja menjawab nama saya si fulan, umur saya 22 tahun, saya berasal dari kota A. 

Nah bagaimana perasaan kamu sebagai HRD? Pasti akan sangat bosen kan denger jawaban template itu? Padahal sambil meawancarai kamu, HRD itu membaca profil dasar kamu yang tertera di surat lamaran kerja.

Disitu sudah jelas dan kamu sebagai HRD pasti merasa, "kayaknya buang-buang waktu deh jawab kayak gitu" tapi kamu sebagai HRD ga boleh ngomong gitu.

Karena aturan psikolog tidak boleh menjudge orang, mau dia klien atau pelamar kerja.

Jadi pasti tidak akan diberitahu.


Nah sekarang kembali ke posisi kamu sebagai pelamar kerja, kita akan belajar mengenai bagaimana cara perkenalan dalam wawancara interview lamaran kerja.


Cara interview lamaran kerja

Oke cara untuk interview agar tidak membosankan kamu tidak perlu menjelaskan data profil kamu, seperti usia, nama, asal.

Cukup nama saja, nah setelah itu jika kamu menjelaskan usia kamu harus punya penjelasan hubungan, misal usia 22, nah apa isinya usia 22 itu? Hubungan dengan kerjaan apa? Tentunya harus kamu jelaskan apa yg ingin di dengan oleh HRD, misalnya di usia 22 tahun apa pengalaman kerja kamu? Bagaimana orientasi kerja kamu? Apa pendidikan kamu di usia 22.


Lalu padukan dengan rumus kini, dulu dan nanti. Nah apa yang menjadi ukurannya? 

Kalo kini, kamu harus jelaskan kini kamu sibuk apa? Apa hubungan dengan usia atau pendidikan kamu? 

Kesibukan ini bukan cuma soal pekerjaan ya? Bisa soal organisasi, atau apa yang kamu sedang kamu pelajari? Atau kamu sedang kembangkan.

Ga harus punya produk kok, mungkin kamu sedang belajar mengenai birokrasi, aktif di organisasi karang taruna, atau ikut organisasi sosial, atau sedang terlibat dalam hal lainnya.

Tapi kalo soal main game, misalnya kamu sibuk main game, kayaknya ga perlu kamu sebutin deh, orang yg ga ngelamar kerja pun kayaknya juga sibuk main game. Itu hal yg ga perlu kamu sebutkan.

Terus kamu sibuk mencari kerja, pindah satu perusahaan ke perusahaan lain itu juga ga perlu kamu sebutin deh.

Cukup sebutin apa yang kamu butuhkan saja.

Contohnya gini.

Nama saya si fulan, usia saya 20 tahun, saya sekarang sedang menggeluti bidang pertanian dalam skala kecil ( atau bisa dibilang nanem cabe di kebun belakang rumah hehehe) dan aktif di organisasi karang taruna, atau organisasi sosial masyarakat. 


Nah cukup sampai disitu, itu garis besar aja ga perlu kamu jelaskan detail semuanya, nanti bakal ditanya juga kok sama pewawancara. 


Selanjutnya setelah sekarang, kamu harus bahas dulu. Nah disini kamu harus pilih dulu kamu ada hal positif apa aja?

Misalnya dulu pernah ikut organisasi apa? Atau dulu punya prestasi apa? Atau dulu punya kegiatan apa? Atau dulu pendidikan kamu apa? 


Nah dari situ, pilihlah hal yang membawa kamu bisa seperti sekarang, misalnya bayangkan saja, dari ikut organisasi A, kamu dilatih bisa pandai bersosialisasi, bekerja sama atau bisa mengetahui sistem kerja sebuah pentas atau apapun itu misalnya.

Jadi intinya hal yang kamu lakukan bisa berdampak kamu punya skil, bahkan olahraga pun kamu bisa sebutkan juga, misal ikut tim kampung, bisa ikut turnamen atau belajar mengikuti sistem kerja professional sebagai atlet atau talent. Atau kamu pernah jadi panitia pentas, nah kalo ikut panitia pentas kan kamu tahu apa saja persiapan dan bagaimana sistem kerja sebuah acara 

Apakah kamu pernah jadi sekertaris, bendahara atau apapun itu. 

Nah contohnya perkenalan dulu itu begini.

Saya lulusan SMK jurusan teknik otomotif, saya dulu mengikuti program praktek kerja lapangan selama beberapa bulan. Dari situ saya belajar mengenai sistem dunia kerja professional, bagaimana cara melayani pelanggan dan bekerja secara professional.

Saya juga terlibat dalam organisasi olahraga, saya akhirnya bisa bekerja sebagai tim dan belajar mengenai toleransi dan batas mandiri.

Lalu saya juga pernah mengikuti beberapa pelatihan seperti pelatihan A, pelatihan B itulah yang membuat saya terlatih untuk bekerja dalam lintas profesi, serta bisa mudah membedakan batas personal dan profesional.


Nahh cukup sampai disini, selanjutnya kalo kamu sudah membahas dulu, selanjutnya kamu bahas apa sih orientasi kamu di masa depan?


Jadi kamu harus memadukan dulu dan  sekarang, tadi kamu menyebutkan sekarang sedang sibuk apa, dan dulu pernah ngapain. Nah nanti ini adalah kesimpulan dari dulu dan sekarang.

Kalo dulu kamu belajar banyak hal, dan sekarang sedang sibuk mengembangkan sesuatu, harusnya di masa depan kamu punya tujuan mau kemana kan? Jelaskan secara tepat dan singkat garis besarnya saja.

Kamu jangan terlalu spesifik untuk menutup kemungkinan lain, dan membuka semua peluang.

Kalo kamu sebut nanti tujuan kamu untuk mendapatkan pekerjaan spesifik misalnya ingin jadi manager, nah itu bisa jadi celah pewawancara, betul sih kalo dulu kamu punya pengalaman manajemen, lalu kamu sekarang belajar mengenai manajemen, tapi jika tujuan kamu hanya satu itu, dan tidak terwujud kamu mau ngapain? Pasti pewawancara penasaran banget kan? Pasti ditanya, dan bisa jadi celah.

Apalagi kalo cita-cita kamu sudah terwujud jadi manajer? Lalu apa yg akan kamu lakukan? Apakah kamu akan stuck disitu saja? Dan tidak mau berkembang lagi? 

Disitu malah akan jadi masalah juga.


Sekarang misalnya kamu kebalikannya, terlalu banyak tujuan, misalnya kamu bebas mau jadi apa aja nanti, mau manajer boleh, mau karyawan biasa boleh, mau jadi admin boleh.

Nah itu akan membuat pewawancara bertanya-tanya. Loh terus apa gunanya dia dulu ikut pendidikan ini dan ikut organisasi itu, lalu apa gunanya sekarang dia mendalami ini dan itu? Kalo ujung-ujungnya jadi apapun bebas?

Apakah pelamar ini punya prinsip atau gambaran? Atau dia kosong? Nah itu yang akan dipertanyakan HRD.


Jadi kamu harus menjawab mengerucut tapi bukan di ujung. Bagaimana maksudnya? Kamu boleh menjawab arah kamu tapi dalam kategori saja, misalnya kamu ingin menjadi sosok yang bisa memegang kendali dan bisa menentukan arah perusahaan dan memastikan perusahaan berjalan dengan sehat. Nahh kira-kira seperti itu, kamu punya gambaran akan masa depan, arah kamu jelas, tapi tidak terlalu spesifik.

Nanti baru kamu jika diberikan pertanyaan lagi oleh HRD sebagai pertanyaan lanjutan, kamu harus bisa menjelaskan detailnya.



Ingat ya, saat menjawab pertanyaan perkenalan diri ini jangan terlalu lama, karena menjelaskan dulu, kini dan nanti itu memakan waktu banyak. Kamu harus bisa persingkat antara waktu 1 menit kurang. Jika 2 menit atau 3 menitan itu terlalu lama akan membuat HRD kehabisan waktu.

Nah itu dia tips perkenalan diri dalam interview kerja. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisi Kisi Tes Psikotes AHM Astra Honda Motor Terbaru

Kisi Kisi Psikotes PT Nihon Seiki Indonesia