Bagi yang sering interview perusahaan pasti sudah sering mendengar banyak pertanyaan terkait interview perusahaan. Misal seperti profil perusahaan, atau data diri, kelebihan dan kekurangan kamu atau bahkan terkait pengalaman kerja kamu.
Nah kalo di perusahaan dengan posisi tertentu apalagi yang berkaitan dengan data, mungkin kamu akan mendapati pertanyaan absurd yang membuat kamu sangat kebingungan.
CONTOH PERTANYAAN
Contohnya kamu ditanya, berapa jumlah gedung yang kamu lewat dari rumah sampai tempat interview ini ada beberapa ya?
Lalu ketika kamu ditanya kalo misalnya berapa jumlah penjualan sepatu di Indonesia pertahun?
Atau jika kamu ditanya pertanyaan, kira-kira butuh berapa banyak bola pingpong ya untuk memenuhi bagian dalam pesawat?
Fermi Problem
Nah pasti pertanyaan ini akan bikin kamu sangat bingung, lalu kamu pasti akan keringat dingin dan merasa gagal dan tidak tahu mau jawab gimana?
Nah ini dinamakan fermi problem merupakan soal estimasi yang dirancang untuk melatih logika dan pemecahan masalah dengan data yang terbatas.
Hal ini tentu selaras dengan job desk yang kamu lamar, kalo kamu seorang analis atau pekerjaan lain yang berkaitan dengan data.
Pekerjaan kamu juga kurang lebih begitu, kamu akan disuruh oleh bos untuk mencari informasi yang berkaitan dengan perusahaan, contohnya berapa jumlah kebutuhan sepatu bola di Indonesia pertahun? Berapa Jumlah penjualan motor sehatun di Indonesia? Berapa jumlah rumah di pemukiman di sekitar area ini dengan radius 1 KM dari sini.
Hal itu sangat berkaitan erat dengan bisnis, karena tentu sebuah perusahaan yang baik butuh analisis data yang tepat dan akurat.
Nah itulah mengapa ada pertanyaan absurd HRD kepada kamu, karena nanti pas udah bekerja banyak pertanyaan absurd kayak gitu.
Cara menjawab
Lalu bagaimana caranya menjawab pertanyaan ini! Sedangkan tidak tahu bagaimana cara menjawabnya.
Kita kan belum pegang datanya? Kita juga belum survey, bahkan kita belom pernah mencari tahu. Gimana kita bisa tahu berapa rumah di wilayah ini, berapa penjualan sepatu, berapa volume pesawat dll.
Lalu kalo kita ga bisa jawab apakah kita otomatis gagal? Karena pasti susah bangett menjawab fermi problem tanpa data yang akurat.
Pertanyaan fermi problem yang berkaitan dengan data dan analisis pasti ga bisa sembarangan jawab. Kalo ngasal pasti HRD tau kan?
Nah cara menjawab fermi problems seperti ini, jika kamu mendapatkan pertanyaan yang diluar data kamu, maka yang pertama kamu lakukan adalah.
Cari Data:
Nah kumpulkan data yang bisa kamu dapat dari kepala kamu, misalnya jika kamu tahu jarak rumah kamu dari tempat interview berapa KM, atau kamu tahu berapa kira-kira volume bola, atau kira-kira kamu tahu berapa valuasi perusahaan sepatu di Indonesia.
Nah tergantung pertanyaannya apa, jika ditanya jarak rumah cari data tentang jarak rumah, jika soal penjualan sesuaikan saja datanya.
Fermi problem memang menuntut kamu berpikir cepat.
Nah selanjutnya apa yang terjadi jika kamu tidak punya data? Apakah kamu harus kebingungan dan tidak bisa melakukan apapun? Kita akan masuk ke tahap kedua.
Bertanya
Jika data yang kamu miliki terbatas, kamu bisa bertanya kepada HRD, apakah saya boleh memakai hp atau laptop, untuk mengetahui berapa luas gedung, atau jarak rumah, atau volume bola, atau berapa persen penjualan sepatu di tahun kemaren dari salah satu perusahaan. Jika diizinkan cari data yang kamu butuhkan, tapi jangan curang, karena kamu hanya perlu mencari saja berapa kisaran data yang kamu butuhkan.
Untuk rumusnya gunakan kepala kamu, atau gunakan penalaran kamu. Jika kamu sudah punya cukup data segera asumsikan semua hasil penelusuran kamu.
Asumsikan
Kamu harus segera mempelajari data yang kamu punya, misalnya dari pertanyaan berapa banyak bola jika dimasukkan ke dalam pesawat, kamu bisa mencari tahu berapa volume pesawat komersil, sebut saja Garuda Indonesia, atau Citilink, misal di pesawat Citilink punya volume berapa. Kamu bagi dengan berapa volume bola ping-pong, kamu bagi saja volume pesawat dengan volume bola ping-pong, nanti kamu akan tahu berapa jumlahnya.
Selanjutnya jika kamu ingin tahu berapa jumlah gedung yang kamu lewati dari rumah sampai ke tempat interview.
Kamu bisa gunakan Google map dan cari rute yang kamu lalui, metode yang kamu gunakan menentukan bagaimana apakah kamu akan diterima kerja atau tidak, kalo kamu menghitung satu persatu gedung mungkin akan ketemu, tapi tentunya itu cara yang sangat sederhana, kamu juga bisa gunakan metode asumsi, dengan berapa rata-rata luas gedung dan dari jaraknya bagi saja misal 7 km dengan luas gedung rata-rata 20 meter lalu kamu cari presentase gedung dibandingkan lahan kosong atau dibandingkan rumah biasa berapa persen.
Ini menggunakan metode asumsi berdasarkan data yang kamu punya.
Begitulah cara menjawab pertanyaan absurd lainnya. Intinya jawaban kamu benar atau salah itu urusan belakangan, yang terpenting adalah cara kamu menyimpulkan data.
Berikan Cadangan
Nah jika dalam cara perusahaan bekerja, asumsi dengan data bisa salah, bisa berakibat fatal bagi perusahaan. Metode asumsi harus dibarengi dengan toleransi, rencana cadangan dan data pembagian.
Saat kamu menjawab pertanyaan pewawancara kamu bisa memberikan data toleransi, seperti batas garis bawah dan garis tertinggi. Hal ini agar jika data kamu salah, masih ada perkiraan berapa batas atas dan rendah yang terlihat jelas.
Contoh dalam soal berapa jumlah rumah radius 1 KM dari sini, kamu harus punya data terendah yang bilang, tidak mungkin lebih rendah dari jumlah 1000 rumah karena kepadatan penduduk mencapai 80 persen, lalu tidak mungkin lebih dari 2000 rumah karena jumlah lahan yang terbatas dan tidak mungkin lebih banyak.
Setelah toleransi kamu harus punya rencana cadangan atau data reversenya, untuk memperkuat asumsi. Contoh, misalnya untuk soal volume di pesawat karena kamu tidak tahu apakah pesawat yang dimaksud seluruh bagian pesawat termasuk mesin dan bagasi, atau hanya bagian kabin saja yang ditanya. Kamu harus menyiapkan semua datanya, kalo untuk kabin saja berapa, kalo untuk kabin dan bagian mesin berapa.
Kesimpulan
Nah, jadi yang pertama terpenting adalah bukan jawaban akhir kamu, tapi cara kamu menganalisis soal data dan jawaban.
Jawaban kamu bisa benar atau salah tergantung dari metode yang kamu punya, jika fondasi utama kamu sudah punya, HRD pasti yakin kamu bisa menjawab semua pertanyaan jika nanti sudah kerja.
Karena kamu sudah punya fondasi utama untuk menjawab semua bentuk jawaban soal fermi problem ini.
Nah terimakasih telah bersama kami dan membaca artikel ini sekian terimakasih.
Posting Komentar untuk "Pertanyaan Absurd Interview Kerja Perusahaan Fermi Problem "
Berikan Komentarmu Tentang Postingan Ini😁